GERBANGBUANA.ID— Keluhan masyarakat terkait pembangunan Taman Asy-Syuhada di lingkungan Asrama Yon Air akhirnya mendapat perhatian serius. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Asy-Syuhada sebelumnya menyampaikan keberatan atas hasil pembangunan yang dinilai menyimpang dari konsep awal yang telah disepakati bersama.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi Partai Demokrat, Hj. Neneng Hasanah, turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil peninjauan lapangan dengan menyandingkan dokumen perencanaan, memang ada ketidaksesuaian yang cukup signifikan.
“Setelah saya melihat langsung kondisi di lapangan dan mencocokkannya dengan dokumen perencanaan. Memang benar terdapat perbedaan yang cukup mencolok,” ujar Neneng. Saat mengunjungi Mesjid Asy-Syuhada, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (11/04/2026) pagi.
Salah satu temuan utama adalah perubahan pada layout atau tata letak taman. Penataan zonasi hijau yang seharusnya menjadi elemen utama justru tidak sesuai dengan desain awal. Selain itu, penempatan tanaman serta area pejalan kaki juga dinilai tidak presisi dan melenceng dari gambar teknis yang telah dirancang sebelumnya.
Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat, khususnya pengurus DKM Masjid Asy-Syuhada yang berharap pembangunan taman tersebut dapat menjadi ruang terbuka yang nyaman sekaligus menunjang aktivitas keagamaan dan sosial di lingkungan sekitar.
Neneng menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Ia juga meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab dan segera melakukan perbaikan agar pembangunan taman dapat kembali sesuai dengan perencanaan awal.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai pembangunan yang menggunakan anggaran publik justru tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait untuk menindaklanjuti temuan tersebut. (ANW)
