GERBANGBUANA. ID — Perusahaan transportasi Taksi Hijau akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden yang terjadi di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Insiden tersebut menjadi perhatian luas karena diduga menjadi pemicu rangkaian kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan di sekitar lokasi kejadian.
Dalam keterangan resminya, pihak perusahaan menyatakan bahwa pengemudi taksi berada dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius. Mereka juga menegaskan bahwa saat peristiwa berlangsung, kendaraan tidak sedang membawa penumpang.
Klarifikasi ini disampaikan sebagai upaya memberikan informasi awal kepada publik sekaligus meredam spekulasi yang berkembang.
Meski demikian, isi pernyataan tersebut justru memantik kritik dari berbagai kalangan.
Banyak pihak menilai bahwa Taksi Hijau terlalu fokus pada aspek internal perusahaan, tanpa menunjukkan empati terhadap korban kecelakaan beruntun yang terjadi setelah insiden awal. Tidak adanya ucapan duka cita maupun permintaan maaf secara terbuka dianggap sebagai kekurangan serius dalam komunikasi krisis yang seharusnya dijalankan perusahaan.
Reaksi publik pun bermunculan, terutama di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti pentingnya tanggung jawab moral dari perusahaan transportasi, tidak hanya sebatas memastikan keselamatan pengemudi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat luas.
Beberapa pihak bahkan mendesak agar Taksi Hijau segera mengeluarkan pernyataan lanjutan yang lebih komprehensif dan berimbang.
Di sisi lain, pengamat transportasi menilai bahwa insiden ini menjadi pengingat pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan di perlintasan sebidang, yang selama ini dikenal rawan kecelakaan. Selain faktor manusia, aspek teknis, sistem pengamanan, serta kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas juga dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius dari semua pihak, termasuk operator transportasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan tambahan dari Taksi Hijau terkait tuntutan publik tersebut. Sementara itu, aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan penyebab utama insiden dan kecelakaan beruntun yang terjadi setelahnya.Dilansir dari Jakarta.com.
