Kabel Semrawut di Prapatan Semper Menggantung di Atas Kepala Warga

Kabel Semrawut di Prapatan Semper Menggantung di Atas Kepala Warga

GERBANGBUANA.ID — Kondisi kabel utilitas yang semrawut di kawasan Prapatan Semper kembali menuai keluhan warga. Lokasi tepatnya depan Klinik Yakri, wilayah perbatasan Kecamatan Koja dan Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Warga setempat mengeluhkan keberadaan kabel-kabel yang menjuntai rendah, saling bertumpuk, dan tidak tertata rapi. Selain merusak estetika lingkungan, kondisi ini pastinya membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan pejalan kaki.

“Sudah lama seperti ini, makin hari makin banyak kabel. Tidak jelas mana yang masih aktif dan mana yang sudah tidak terpakai,” ujar salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya. Kepada gerbangbuana.id, Rabu Siang (15/04/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan warga, kabel-kabel tersebut diduga milik sejumlah penyedia layanan internet, di antaranya MNet, RNet, serta PTM. Hingga kini belum ada kejelasan resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas penataan kabel tersebut.

Warga mempertanyakan lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Mereka menilai, pemasangan jaringan yang terkesan asal-asalan ini mencerminkan minimnya koordinasi antara perusahaan penyedia layanan dengan pemerintah daerah.

“Kalau memang ini untuk kepentingan layanan publik, seharusnya tetap mengikuti aturan. Jangan sampai keselamatan warga jadi taruhan,” tambah warga lainnya.

Permasalahan kabel semrawut bukanlah hal baru di Jakarta. Namun tanpa penertiban yang tegas dan terintegrasi, kondisi ini berpotensi terus berulang di berbagai titik.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara selayaknya segera turun tangan melakukan pendataan, penertiban, serta penegakan aturan terhadap perusahaan penyedia jaringan yang terbukti melanggar.

Warga mendesak adanya tindakan konkret, mulai dari penataan ulang jaringan kabel hingga sanksi tegas bagi pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika terkesan ada pembiaran, bukan tidak mungkin persoalan ini akan memicu insiden yang merugikan masyarakat luas. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *