Warga Semper Barat Digegerkan Temuan Pria 39 Tahun Meninggal Diduga Gantung Diri pada Sabtu Pagi

GERBANG BUANA. ID– Warga RT 06/RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, digegerkan dengan ditemukannya seorang pria berinisial R (39) yang meninggal dunia diduga akibat gantung diri di kediamannya pada Sabtu pagi.

Ketua RT 06/RW 04 Semper Barat, Tajudin, mengatakan dirinya mendapat kabar saat sedang berada di tempat kerja. Berdasarkan keterangan warga yang berada di lokasi, korban ditemukan setelah pintu rumah yang terkunci dari dalam berhasil dibuka menggunakan kunci cadangan.

“Menurut keterangan warga, pintu rumah terkunci dari dalam dan tidak bisa dibuka. Setelah dibuka menggunakan kunci cadangan, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumah,” ujar Tajudin. Saat dikonfirmasi , gerbang buana. id, di kawasan RW 04,Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu Pagi (20/6/2026).

Warga yang panik kemudian berupaya menurunkan korban sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.

“Saat saya datang, korban sudah berada di bawah dan warga sudah banyak berkumpul. Saya langsung meminta agar tidak ada yang menyentuh korban lagi sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian,” katanya.

Tajudin mengungkapkan, selama beberapa bulan terakhir korban diketahui mengalami gangguan kesehatan yang tidak kunjung membaik dan sedang menjalani pengobatan.

“Korban memang sering mengeluhkan sakit yang tidak sembuh-sembuh. Bahkan hasil pemeriksaan medisnya dijadwalkan keluar dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 04 Semper Barat, Djumadi (Uje), menyebut korban dikenal sebagai sosok yang pendiam, tertutup, namun aktif menjalankan ibadah.

“Orangnya baik, pendiam, dan rajin beribadah. Informasi yang kami terima, korban memang sedang mengalami sakit yang cukup lama,” ujarnya.

Korban diketahui telah berkeluarga dan bekerja di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

Paman korban, Ghofur, mengaku sangat terkejut saat menerima kabar duka tersebut. Ia mengatakan terakhir kali bertemu korban pada malam sebelum kejadian.

“Semalam masih bertemu. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Memang terlihat murung, tetapi kami tidak menyangka akan terjadi seperti ini,” katanya.

Menurut Ghofur, korban dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah dan aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar.

“Dia rajin salat dan sering membantu kegiatan di masjid. Karena itu keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Semper Barat yang selama ini mengenal korban sebagai sosok yang tenang, baik, dan religius. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *