GERBANG BUANA. ID– Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Plumpang, Jakarta Utara, menuai sorotan terkait pengelolaan sampah dan penerapan program pemilahan sampah. Dewan Kota Jakarta Utara perwakilan Cilincing, Epriyanto, menilai peran Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara belum terlihat maksimal dalam mendukung kegiatan yang dihadiri ribuan warga tersebut.
Menurut Epriyanto, HBKB merupakan program yang sangat baik dan patut didukung karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berinteraksi, dan menikmati ruang publik. Namun, kegiatan sebesar itu seharusnya dibarengi dengan kesiapan pengelolaan sampah yang memadai.
“Setiap kegiatan pasti menghasilkan sampah. Karena itu Sudin LH harus punya konsep yang jelas untuk mengatasi dampak dari HBKB. Jangan sampai acara berjalan meriah, tetapi persoalan sampah justru diabaikan,” ujarnya. Saat dikonfirmasi gerbang buana. id, di kawasan Plumpang, Koja, Jakarta Utara, (21/6/2026).
Ia mengaku tidak melihat adanya kendaraan operasional lingkungan hidup yang bersiaga di sepanjang lokasi HBKB Jalan Plumpang. Bahkan, jumlah petugas yang terlihat di lapangan dinilai sangat minim dibandingkan besarnya kegiatan yang berlangsung.
“Saya secara pribadi tidak melihat mobil LH di sekitar lokasi. Kalau petugas memang ada, tetapi hanya beberapa orang. Padahal acara sebesar ini membutuhkan kesiapan yang lebih serius,” katanya.
Epriyanto menilai program pemilahan sampah yang saat ini menjadi salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan fasilitas dan edukasi yang memadai.
“Yang digaungkan sekarang adalah pilah sampah. Tapi bagaimana masyarakat mau memilah kalau tempat sampah dan fasilitas pendukungnya tidak tersedia? Pemerintah sudah punya konsep yang bagus, tetapi harus dibarengi dengan pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, HBKB Jalan Plumpang justru merupakan momentum yang tepat bagi Sudin LH untuk melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Harusnya Sudin LH menjadi yang paling aktif di acara seperti ini. Masyarakat sudah berkumpul, tinggal diberikan edukasi dan fasilitas yang memadai. Ini kesempatan besar untuk mengampanyekan budaya pilah sampah,” katanya.
Ia juga menyoroti tidak terlihatnya pejabat lingkungan hidup yang hadir mengawal kegiatan tersebut. Padahal, menurutnya, jajaran lingkungan hidup seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan program pengelolaan sampah berjalan dengan baik.
“ASN lingkungan hidup harus hadir dan pasang badan terkait persoalan sampah. Jangan hanya mengeluarkan kebijakan, tetapi pelaksanaannya tidak terlihat di lapangan,” ujarnya.
Meski memberikan kritik, Epriyanto tetap mengapresiasi suksesnya pelaksanaan HBKB Jalan Plumpang yang mendapat sambutan positif dari masyarakat. Namun ia mengingatkan agar persoalan sampah tidak menjadi masalah baru di tengah upaya pemerintah membangun kesadaran lingkungan.
“HBKB ini bagus dan harus terus didukung. Tapi pengelolaan sampah dan sosialisasi pemilahan sampah juga harus menjadi perhatian utama agar tujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat benar-benar tercapai,” pungkasnya. (ANW)
