Muhammadiyah Kota Cirebon Gelar Kajian Merawat Keimanan

Muhammadiyah Kota Cirebon Gelar Kajian Merawat Keimanan

GERBANGBUANA.ID – Umat Muhammadiyah Kota Cirebon Jawa Barat memadati ruangan sejak pagi hari untuk mengikuti agenda penting berupa Kajian Bulanan sekaligus momentum Halal Bi Halal Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon.

Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin biasa, melainkan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjaga nyala api spiritualitas umat. Mengusung tema besar “Merawat Keimanan dan Kesalehan Pasca Ramadhan”, acara ini menjadi magnet bagi para kader yang ingin memperdalam pemahaman agama sekaligus mempererat tali silaturahmi setelah merayakan Idul Fitri.

Menjaga Momentum Spiritual

Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Cirebon sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara, Sunarya, S.Pd.I, M.M., dalam laporannya menekankan pentingnya keberlanjutan ibadah. Beliau menyampaikan bahwa transisi dari bulan suci Ramadhan ke bulan-bulan berikutnya seringkali menjadi tantangan bagi setiap Muslim dalam mempertahankan konsistensi ibadah.

“Kajian ini kami desain sebagai wadah untuk menyegarkan kembali nilai-nilai luhur yang telah kita asah dan biasakan selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Kita tidak ingin semangat ibadah itu luntur hanya karena bulan suci telah berlalu. Kajian ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk merefresh spiritualitas agar tidak kehilangan momentum,” ujar Sunarya di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Cirebon Jalan Pilang Raya pada Sabtu (18/4/2026)

Pesan Persatuan dan Kekuatan Wakaf

Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, mengawali sambutannya dengan untaian doa dan ucapan Idul Fitri yang tulus. “Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, taqabbal yaa kariim. Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

Dalam pidatonya, Puji Nirmo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia dan warga Muhammadiyah yang tetap solid. Beliau berharap kegiatan ini mampu menguatkan ghirah (semangat) serta kekompakan dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah terletak pada sistem kolektif-kolegial yang dijalankan dengan profesionalisme tinggi.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti perkembangan dakwah melalui instrumen wakaf. Puji Nirmo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para wakif yang telah mempercayakan hartanya kepada Muhammadiyah Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, aktivitas wakaf yang telah dan sedang berlangsung ini adalah bukti nyata kepercayaan masyarakat. Hal ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berjuang mengembangkan amal usaha Muhammadiyah secara profesional. Tujuannya satu: menghadirkan amal usaha yang berkualitas dan bermutu bagi umat,” tegasnya.

Takwa Sebagai Parameter Keberhasilan

Puncak acara diisi oleh tausiyah mendalam dari Prof. Dr. K.H. Hajjam, M.Ag., seorang cendekiawan dan pendakwah yang dikenal memiliki kedalaman ilmu akademis dan praktis. Dalam pemaparannya, Prof. Hajjam membedah indikator keberhasilan seorang Muslim setelah menempuh “madrasah” Ramadhan.

Beliau menegaskan bahwa ukuran tunggal keberhasilan tersebut adalah derajat ketakwaan. Namun, takwa tidak boleh hanya dimaknai secara sempit. Menurut Prof. Hajjam, takwa memiliki spektrum makna yang luas, mulai dari rasa takut kepada Allah, kemampuan menahan diri, sikap waspada, hingga proses pembersihan hati dan jiwa.

“Takwa adalah wujud cinta dan penghormatan tertinggi kepada Sang Pencipta. Ini adalah sikap menjaga diri agar tetap tegak melaksanakan perintah Allah dan disiplin menjauhi segala larangan-Nya dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat berada di dalam masjid,” jelas Prof. Hajjam dengan lugas.

Geliat Ekonomi Lewat Bazar IMM

Kemeriahan acara tidak hanya terlihat di dalam aula kajian. Di area luar, suasana tampak semarak dengan hadirnya bazar yang dikelola oleh IMM (Insan Mulia Muda) PDM Kota Cirebon. Bazar ini menampilkan berbagai produk lokal, mulai dari kuliner hingga atribut organisasi, yang menunjukkan bahwa Muhammadiyah juga konsen pada pemberdayaan ekonomi anak muda.

Kehadiran anak-anak muda dari IMM ini memberikan warna tersendiri, membuktikan bahwa regenerasi dakwah di Kota Cirebon berjalan dengan baik. Akhir acara adalah sesi musafah (bersalam-salaman) sebagai simbol penggugur dosa antar sesama, mengakhiri rangkaian kegiatan dengan penuh rasa syukur dan optimisme untuk terus menebar manfaat di Kota Udang. (OSY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *