GERBANGBUANA.ID – Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari kembali menorehkan sejarah dengan sukses menyelenggarakan Penamatan Akbar/Haflatut Takharruj ke-IV Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah di halaman Pondok Pesantren, Kabupaten Boalemo Gorontalo, Minggu (31/05/2026).
Memasuki usia yang ke-6 tahun, Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari menunjukkan perkembangan sangat pesat. Ponpes ini telah menggelar wisuda sebanyak empat kali dan terus berkomitmen melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, akhlak, dan kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari, Muhammad Subair, menyampaikan motivasi yang menggugah kepada para santri dan wali santri. Ia menjelaskan, ada tiga tipe manusia dalam kehidupan, yaitu manusia daun, manusia ranting, dan manusia akar.
“Manusia daun hadir ketika suasana baik, namun mudah gugur ketika datang ujian. Manusia ranting lebih kuat. Tetapi masih dapat patah oleh terpaan masalah. Sedangkan manusia akar adalah mereka yang kokoh, memberi kehidupan. Terus memberikan manfaat meskipun tidak selalu terlihat. Jadilah manusia akar. Keberadaannya menjadi sumber kekuatan dan kebermanfaatan bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Subair berpesan agar para santri tidak menjadi pribadi yang sombong meskipun telah meraih berbagai prestasi akademik. Ia pun mengisahkan cerita inspiratif perbincangan seorang profesor yang bangga dengan ilmunya dengan seorang nelayan.
Profesor tersebut bertanya kepada nelayan apakah ia pernah belajar filsafat, fisika, dan bahasa asing. Ketika nelayan menjawab tidak, sang profesor mengatakan bahwa nelayan telah kehilangan sebagian besar peluang hidupnya. Ketika badai besar datang dan perahu hampir tenggelam, nelayan pun bertanya kepada professor. “Apakah Bapak pernah belajar berenang?”. Saat profesor menjawab tidak, nelayan berkata, “Kalau demikian, Bapak akan kehilangan seluruh peluang hidup. Karena perahu ini akan tenggelam”.
Melalui kisah tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari menegaskan, ilmu harus melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan. Menurutnya, keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari banyaknya pengetahuan.
“Keberhasilan justru terlihat dari kemampuan mempraktikkan ilmu dalam kehidupan nyata. Dan memberikan manfaat bagi sesama,” katanya.
Di usia keenam tahun ini, Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari semakin meneguhkan langkahnya sebagai pusat pendidikan dan pembinaan generasi unggul. Dengan dukungan masyarakat dan para wali santri, pondok ini optimis akan terus berkembang dan melahirkan kader-kader umat yang mampu menjadi cahaya bagi agama, bangsa, dan negara.
Sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan kurikulum keislaman, akademik, bahasa Arab, bahasa Inggris, serta pembinaan karakter dan kepemimpinan, Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari terus menjadi pilihan masyarakat dalam menyiapkan generasi masa depan yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Pendaftaran Santri Baru Tahun Akademik 2026–2027 masih terbuka. Masyarakat yang menginginkan pendidikan Islam yang berkualitas, disiplin, modern, dan berorientasi pada pembentukan karakter dapat menjadikan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari sebagai pilihan terbaik untuk putra-putrinya.
“Enam tahun membangun peradaban, empat kali melahirkan generasi. Darul Madinah Wonosari, tempat tumbuhnya pemimpin masa depan.”
Turut hadir dalam acara, Gubernur Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Bapak Yasir Arafat. Bupati Boalemo yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Ahmad Sarman, M.Pd. Anggota DPRD Kabupaten Boalemo Arman Naway, S.H. Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Banuroja K.H. H. Abdullah Aniq Nawawi, Lc., M.A. Perwakilan Kodim Boalemo, Koordinator Pengawas Sekolah, para kepala sekolah, Camat Wonosari Said Nikmatul Amri, S.T., serta berbagai unsur masyarakat lainnya. (SUB)
