Waduk Belibis Mangkrak, DPRD DKI Semprot Keras SDA: Warga Semper Barat Terus Jadi Korban Banjir

Hal itu disampaikan anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi Demokrat, Hj. Neneng Hasanah saat meninjau langsung kondisi Waduk Belibis bersama warga dan pengurus wilayah, belum lama ini.

GERBANG BUANA. ID – Kondisi Waduk Belibis di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, waduk yang digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir di wilayah tersebut dinilai belum mendapat penanganan serius dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Dalam peninjauan tersebut, Neneng Hasanah mengaku kecewa karena kondisi waduk masih dipenuhi semak belukar dan belum dilakukan pengerukan secara maksimal. Padahal, menurutnya, Waduk Belibis memiliki peran penting sebagai penampungan air untuk mengurangi banjir di wilayah Semper Barat dan sekitarnya.

“Belum ada tindakan nyata dari Dinas SDA. Hari ini yang terlihat hanya pembuatan jalan oleh kontraktor. Secara fisik, Waduk Belibis masih dangkal, masih dipenuhi semak belukar, dan belum dikeruk maksimal,” ujar Neneng Hasanah. Saat dikonfirmasi gerbang buana. id, waduk Belibis, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara (28/5/2026).

Ia menjelaskan, kedalaman waduk saat ini diperkirakan hanya sekitar 50 sentimeter sehingga tidak mampu menampung debit air secara optimal saat musim hujan tiba. Kondisi itu diperparah dengan saluran air menuju waduk yang dinilai belum maksimal karena sebagian lahannya masih milik warga.

Menurut Neneng, air dari wilayah Kelurahan Sukapura seharusnya dapat mengalir hingga ke Waduk Belibis. Namun kondisi saluran yang belum tertata membuat aliran air justru tidak berjalan optimal.

“Seharusnya waduk ini bisa sangat bermanfaat untuk masyarakat, khususnya di Kecamatan Cilincing. Tapi sekarang malah air tidak bisa masuk maksimal karena saluran airnya juga masih bermasalah,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Neneng Hasanah didampingi Djumadi Ketua RW 04, Ketua RT 016, Suhadi,LMK RW 04 Semper Barat, serta Lurah Semper Barat, Riswinanto. Mereka melihat langsung kondisi lapangan yang dinilai jauh dari harapan masyarakat.

Neneng mengungkapkan, persoalan Waduk Belibis sebenarnya sudah berkali-kali ia sampaikan dalam rapat Komisi D DPRD DKI Jakarta bersama Dinas SDA. Namun hingga kini, progres yang terlihat di lapangan belum signifikan.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan persoalan Waduk Belibis ini dalam rapat komisi. Karena waduk ini sangat penting untuk mengurangi banjir di Kelurahan Semper Barat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti rencana pembangunan jogging track dan ruang terbuka di kawasan waduk. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut sebaiknya dilakukan setelah fungsi utama waduk sebagai penampungan air berjalan maksimal.

“Yang paling urgent sekarang itu pengerukan dan normalisasi waduknya dulu, bukan jogging track-nya. Kalau waduknya saja belum maksimal menampung air, bagaimana mau difungsikan untuk yang lain,” ujarnya.

Neneng menilai program pengendalian banjir yang tengah menjadi fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Pramono Anung harus benar-benar diwujudkan secara nyata di lapangan.

Ia khawatir, apabila kondisi Waduk Belibis terus dibiarkan seperti sekarang, banjir di wilayah Semper Barat akan terus terjadi setiap tahun. Bahkan berdasarkan laporan warga, banjir sudah terjadi hingga enam kali sepanjang tahun ini.

“Kasihan masyarakat Semper Barat kalau kondisinya seperti ini terus. Waduknya tidak maksimal, akhirnya warga yang terus terdampak banjir,” kata Neneng.

Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Neneng menegaskan akan terus mendorong Dinas SDA agar segera melakukan pengerukan dan penataan Waduk Belibis sebelum musim penghujan 2026 tiba.

“Kami turun langsung di hari libur untuk melihat kondisi nyata di lapangan. Dan terus terang, ini sangat mengecewakan. Harus segera ada langkah konkret supaya masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban banjir,” pungkasnya. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *