Ketua RW 04 Semper Barat Anggap Proyek Jogging Track Waduk Hamburkan Anggaran

Waduk yang dikerjakan oleh PT Nadia Karya di wilayah Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (17/05/2026)

Ketua RW 04 Semper Barat Anggap Proyek Jogging Track Waduk Hamburkan Anggaran

GERBANGBUANA. ID – Pembangunan waduk yang dikerjakan oleh PT Nadia Karya di wilayah Semper Barat Jakarta Utara menuai perhatian warga. Meski menyambut baik pembangunan tersebut, warga berharap pemerintah dan pihak terkait lebih memprioritaskan fungsi utama waduk sebagai pengendali banjir dibanding pembangunan fasilitas pendukung seperti jogging track.

Hal itu disampaikan Ketua RW 04 Semper Barat, Djumadi atau akrab disapa Uje, saat memberikan keterangan terkait proyek pembangunan waduk di wilayahnya.

Menurut Uje, warga bersama pengurus RW pada prinsipnya bersyukur dan mendukung adanya pembangunan waduk tersebut. Namun, ia menilai terdapat hal yang lebih mendesak untuk diselesaikan terlebih dahulu, yakni pendalaman waduk dan pengerukan lumpur agar fungsi resapan air berjalan maksimal.

“Adanya pembangunan waduk dari PT Nadia Karya itu kita dari warga dan pengurus RW bersyukur, senang. Cuma memang ada beberapa kendala, salah satunya terkait jogging track. Warga itu sebenarnya berharap pendalaman lumpur dan pendalaman waduk didahulukan, baru kemudian jogging track,” ujar Uje saat dikonfirmasi gerbangbuana.id, di Kawasan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, (17/05/2026).

Ia menjelaskan, kondisi waduk saat ini dinilai masih dangkal. Padahal, menurut informasi yang diterima warga, sebelumnya kedalaman waduk bisa mencapai sekitar enam hingga tujuh meter.

“Kalau sekarang masih dangkal, ya mestinya pengurukan lumpur dan pendalaman waduk dimaksimalkan dulu. Jangan sampai jogging track selesai tapi fungsi utama waduk untuk menampung air belum optimal,” katanya.

Meski demikian, Uje menegaskan bahwa warga Semper Barat tidak menolak pembangunan jogging track. Bahkan pihak RW terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan.

“Kita nggak nolak jogging track. Warga juga nggak nolak. Kita kasih edukasi ke warga bahwa tetap dikerjakan, tapi mohon dalam jeda pengerjaan jogging track itu pengurukan lumpurnya dimaksimalkan juga,” tegasnya.

Uje juga berharap pengerjaan normalisasi dilakukan secara terpadu, termasuk pada aliran sungai seperti Kali Progo dan Kali Gubuk Genteng agar sistem pengendalian banjir lebih maksimal.

Di sisi lain, ia mempertanyakan urgensi pembangunan jogging track apabila fungsi dasar waduk belum sepenuhnya optimal. Menurutnya, jogging track memang memiliki nilai estetika dan dapat dimanfaatkan warga untuk olahraga, namun bukan menjadi kebutuhan utama saat ini.

“Jogging track itu nomor sekian. Kalau waduknya sudah rapi, fungsi penyerapan airnya bagus, ya perlu untuk keindahan dan olahraga warga. Tapi jangan sampai proyek ini jadi mubazir atau buang-buang anggaran kalau fungsi utama waduk belum maksimal,” ujarnya.

Lebih jauh, Uje menilai penanganan banjir di kawasan Semper Barat tidak cukup hanya mengandalkan waduk. Menurutnya, perlu dukungan infrastruktur lain seperti sistem crossing air, sodetan saluran, hingga pompa air berkapasitas besar.

Ia menyebut, salah satu kebutuhan mendesak adalah pemasangan pompa besar di area depan kawasan industri KBN untuk membantu mengurangi genangan saat debit air tinggi.

“Yang lebih penting itu pengendalian banjirnya. Informasinya nanti ada sodetan di depan KBN sampai ke Kali Cakung Drain dan dipasang pompa air besar. Nah itu yang warga harapkan karena dampaknya langsung terasa untuk banjir,” jelasnya.

Kendati demikian, Uje tetap berharap pembangunan waduk yang telah dianggarkan pemerintah tetap berjalan dan tidak mangkrak.

Namun ia meminta pengerjaan jogging track dibarengi dengan pengerukan lumpur secara maksimal agar manfaat waduk benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kalau memang sudah dianggarkan ya harus dikerjakan. Kita tidak mau tidak ada pekerjaan. Tapi mohon dibarengi pengurukan lumpur di area waduk, supaya fungsi waduk sebagai resapan air benar-benar maksimal,” pungkasnya. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *