Ketika Panggung HBKB Plumpang Usai, Siswa SMK Sejahtera Mengajarkan Arti Kepedulian yang Sesungguhnya

GERBANG BUANA. ID– Ada pemandangan menarik sekaligus mengundang refleksi dalam pelaksanaan HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) di Jalan Plumpang, Jakarta Utara. Di tengah ramainya kehadiran pejabat, mulai dari unsur Pemerintah Kota Jakarta Utara hingga anggota DPR RI, justru sekelompok pelajar dari SMK Sejahtera Jakarta Utara yang terlihat tetap bertahan setelah acara usai untuk membersihkan tumpukan sampah yang ditinggalkan peserta.

Saat sebagian besar pengunjung telah meninggalkan lokasi, para siswa tersebut tampak memunguti botol plastik, gelas bekas minuman, bungkus makanan, hingga berbagai jenis sampah lainnya yang berserakan di sepanjang area kegiatan.

Tanpa mengenakan atribut petugas kebersihan, tanpa bayaran, dan tanpa sorotan kamera, mereka bekerja dengan kesadaran sendiri demi menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu siswi SMK Sejahtera Jakarta Utara, Alicia, mengatakan bahwa apa yang dilakukan bersama teman-temannya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga yang peduli terhadap lingkungan.

“Kita sendiri sih, soalnya menjaga kebersihan itu termasuk kewajiban kita juga. Biar lingkungan bersih dan nyaman dilihat,” ujar Alicia.

Saat ditanya apakah ada instruksi dari guru atau pihak sekolah untuk membersihkan lokasi HBKB, Alicia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan atas kesadaran mereka sendiri.

“Tidak ada yang nyuruh. Dari guru juga tidak ada. Ini memang inisiatif kita sendiri,” katanya. Pada gerbang buana. id, di Kawasan Plumpang, Koja, Jakarta Utara, Minggu Pagi (21/6/2026). 

Menurut Alicia, kegiatan HBKB seharusnya tidak hanya menjadi ajang olahraga, hiburan, dan berkumpul bersama masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Ia berharap masyarakat yang datang ke acara serupa di masa mendatang lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

“Dengan acara ini semoga masyarakat di sini selalu bertanggung jawab dalam kebersihan ataupun hal lainnya,” ungkapnya.

Fenomena tersebut menjadi ironi tersendiri. Di tengah semangat kampanye lingkungan yang kerap disampaikan dalam berbagai kegiatan publik, masih banyak peserta yang meninggalkan sampah begitu saja setelah menikmati acara.

Sementara itu, para pelajar yang tidak memiliki kewajiban resmi justru menunjukkan contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan. Aksi sederhana mereka menjadi pesan kuat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Di tengah gegap gempita acara dan banyaknya pejabat yang hadir, ketulusan para siswa SMK Sejahtera Jakarta Utara menjadi pemandangan yang paling berkesan. Mereka tidak datang untuk mencari pujian, tetapi meninggalkan teladan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan ikhlas. (ANW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *