Warga RW 04 Semper Barat Murka! Waduk Blibis Dibangun Miliaran, Saluran Air Justru Diabaikan

GERBANG BUANA.ID– Warga RW 04 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, kembali menyuarakan kekhawatiran terkait pembangunan Waduk Blibis yang dinilai belum diiringi dengan pembangunan saluran drainase dari permukiman warga menuju waduk.

Ketua RW 04 Semper Barat, Uje alias Djumadi, mengungkapkan bahwa aspirasi tersebut sebenarnya telah lama disampaikan kepada pihak terkait. Bahkan, menurutnya, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat, Hj. Neneng Hasanah, pernah turun langsung meninjau lokasi dan menerima keluhan masyarakat.

“Warga sejak lama menginginkan adanya saluran air yang langsung mengarah ke Waduk Blibis. Namun sampai sekarang saluran itu belum juga dibangun. Padahal pembangunan waduk terus berjalan, bahkan saat ini sedang dikerjakan jogging track,” ujar Uje. (19/7/2026). Di Kawasan Waduk Belibis, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara. 

Ia menilai, berdasarkan penjelasan dari pelaksana proyek, pembangunan saluran tersebut tidak tercantum dalam gambar perencanaan sehingga tidak dikerjakan.

“Kontraktor menyampaikan bahwa pembangunan saluran tidak ada di dalam gambar kerja. Mereka mengaku hanya mengerjakan sesuai dengan desain yang diberikan. Bahkan ada saluran lama yang justru direncanakan untuk ditutup dengan alasan sudah ada saluran alternatif,” katanya.

Menurut Uje, kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena RW 04 merupakan wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir. Tanpa saluran yang memadai menuju Waduk Blibis, air hujan dikhawatirkan akan kembali menggenangi permukiman warga.

“Kalau hujan deras nanti, bagaimana nasib warga? Jangan sampai pembangunan waduk yang seharusnya menjadi solusi justru membuat lingkungan kami semakin tergenang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa titik yang mendesak untuk segera dibangun saluran drainase. Salah satunya saluran dari wilayah RT 16 menuju Waduk Blibis yang menurut warga membutuhkan sedikitnya dua jalur pembuangan air.

Selain itu, di wilayah RT 11 juga diperlukan pembangunan saluran yang lebih memadai. Saat ini memang telah dibuat gorong-gorong sebagai akses pembuangan air, namun ukurannya dinilai terlalu kecil sehingga dikhawatirkan tidak mampu menampung debit air saat musim hujan.

“Kalau gorong-gorongnya kecil, tentu aliran air tidak akan maksimal. Beban banjir tetap akan terjadi. Seharusnya pembangunan ini benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan proyek,” ujarnya.

Uje menambahkan, pihak RW sebelumnya telah berulang kali berkomunikasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara mengenai kebutuhan saluran tersebut. Namun hingga kini belum ada perubahan dalam pelaksanaan proyek karena alasan tidak masuk dalam gambar perencanaan.

“Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Sudin SDA segera mengevaluasi desain pembangunan Waduk Blibis agar dilengkapi dengan saluran drainase yang memadai. Jangan sampai pembangunan infrastruktur bernilai besar justru mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman banjir,” pungkasnya. ANW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *