GERBANGBUANA.ID – Peluang anak sulung Mantan Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dicalonkan saat pilpres 2029 sangat tipis. Meskipun dukungan politik dan pendanaan cukup solid tapi situasi pencapresan di tahun 2029 akan lebih ketat dari sebelumnya.
Menurut analis politik Center for Indonesian Reform (CIR), Subhan Akbar, publik akan mengawasi dengan ketat persyaratan pencalonan saat di KPU. Proses verifikasi dokumen pencalonan akan menjadi perhatian publik menyusul adanya polemik keaslian dokumen Joko Widodo saat mendaftar ke KPU.
“Ini akan menyulitkan siapapun untuk memanipulasi dokumen pencalonan. Publik dan lembaga pengawas pemilu pasti akan menyoroti proses verifikasi dokumen ini,” kata Subhan di Jakarta, Kamis (11/06/2026).
Ia menegaskan, publik tidak ingin kejadian 10 tahun lalu berulang kembali. Karena proses verifikasi berkas pencalonan Joko Widodo menurut Subhan tidak terverifikasi sesuai aturan.
“Akibatnya sekarang menimbulkan polemik,” imbuhnya.
Subhan memperkirakan dengan kondisi ini pihak sponsor Gibran akan berupaya mencari figur lain yang lebih aman secara dokumen. Jika masih berharap yang maju harus dari keluarga Joko Widodo maka pilihannya akan jatuh pada Kaesang.
“Trah Jokowi tetap akan dipakai dalam kontestasi pilpres nanti. Tapi pilihannya bukan Gibran. Tim pendukung akan mencari cara yang lebih aman untuk tetap mengikuti kontestasi politik lima tahunan itu. Caranya dengan mengganti Gibran dengan Kaesang sebagai salah satu kontestan,” tutup Subhan Akbar. (OSY)
